Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Bukan Pahlawan

Mungkin sudah sekitar 4 bulanan saya ngasih perhatian ke yg namanya "jam tidur yg cukup". Saya tidak terlalu sering lagi begadang yg sampe ancur-ancuran, apalagi di hari kerja. Tapi klo hari libur .., masih sering sih, tapi gak sampe yg ancur-ancuran jg. Biasanya jam tidur saya ikut jam siaran radio. Yapp.., sy begadangnya paling sambil dengar radio. Gak ada kegiatan lain. Radio sebagai pengantar tidur. Nah, sambil nunggu rasa kantuk, malam ini saya jadi senyum saja mendengar seseorang yg menelpon ke radio. Saya senyum karena suaranya. Saya senyum karena mendengar apa yg dia bicarakan. Ceritanya curhat lah ke penyiar radionya. Mengenai isi curhatnya saya gak usah cerita ya !! Standar lah..., orang klo curhat temanya gak akan jauh dari topik-topik seputar cinta. Sekian soal topik curhat. Seperti yg saya bilang sebelumnya, saya tersenyum mendengar penelpon ini. Karena suaranya, karena topik curhatnya, dan alasan yg paling kuat daripada 2 alasan sebelumnya adalah saya menyadari…

(bukan dongeng) Asal-usul ....

Membuka dan memantau akun media sosial adalah menu cuci mulut makan siang, di tiap jam istirahat makan siang. Saya rasa bukan hanya saya saja yang melakukan hal ini. Saya tidak perlu meminta tunjuk tangan, kan untuk tahu kalau saya tidak sendiri ?  Nah.., di suatu siang yang terik, sehabis makan siang, kebiasaan menikmati menu cuci mulut pun  dimulai. Waktu itu saya buka twitter. Tiba-tiba saya tersenyum liat retweet-an teman. Saya tersenyum bukan karena isinya, saya tersenyum karena membaca username dari orang yang tweet-nya teman saya retweet. Namanya itu pake embel-embel "taingongo". Yapp, tai ngongo' / tengongo' / upil. Saya tidak membayangkan bagaimana lucunya orang yang memakai kata tengongo', pikiran saya terarah kepada "bagaimana orang-orang di Sulawesi Selatan ini menggunakan tengongo' untuk menyebut upil, atau kotoran hidung?". Saya besar di Toraja, dan sedari kecil saya terbiasa dengan kata tengongo'. Di Makassar pun begitu. Saya jad…

Sakitnya tuh di sini *tunjuk kuping*

Beberapa hari ini saya punya kesempatan beberapa kali untuk mendengar lagu dangdut yg liriknya seperti ini "sakitnya tuh di sini di dalam hatiku, sakitnya tuh di sini ....blablabla". Saya tidak tahu yg nyanyi siapa, tapi kurang lebih lirik lagunya seperti itulah. Kata-kata di lirik lagu itu dulu(dan sampai sekarang) sering sy temui di jejaring sosial lewat meme tentunya, yg tentu saja pula mengundang senyum. Taaaaaapi..., ketika kata "sakitnya tuh di sini" berubah jadi lagu, bukan senyum lagi yg sy keluarkan. Mendengar lagu ini, malah mempertegas garis-garis keriput di wajah sy. Lagu ini memunculkan pertanyaan dalam hati sy "ini yg bikin lagu, niat bikin lagu gak sih???". Pertanyaan ini tentu tidak harus dijawab oleh pencipta lagunya karena tentu saja mencipta lagu itu awalnya dari niat. Iyah, pertanyaan seperti ini hanya akan muncul ketika sy mendengar lagu yg menurut sy gak banget. Dulu, sy sering menanggapi banyak lagu yang "waktu itu" menur…

PLAQUE

Saya butuh beberapa bulan untuk tahu cara menyikat gigi yang benar Dan dua tahun setelahnya, saya masih saja belajar 
((perihal "30 detik" yang butuh berkali-kali "30 detik" untuk mempelajarinya))

Jadi begini .....

Jadi begini...
Untuk pertama kalinya saya menyukai lagu Korea, judulnya Goodbye My Love, yang nyanyi Ailee Aneh !!! Dulu saya pernah suka dengan Adera - Melewatkanmu , tapi rasanya tidak seaneh ini Ataupun ketika saya menyukai lagu sendu lainnya, saya tidak pernah khawatir dengan diri saya sendiri Kalau sekarang saya jadi suka dengan lagu Korea, saya khawatir.... Sepertinya (hati) saya dalam masalah besar !!! *cium foto Jang Hyuk*  :-P :*)

Tentang Hujan

Mari kita bicara sedikit tentang hujan
Tentang hujan yang memiliki musim,
dan ketika musimnya berlalu kita menyebutnya kemarau
Tentang hujan yang lebih sering kita harapkan berhenti ketika musimnya
lalu kita rindukan ketika kemarau datang
Hujan memang berhenti, musimnya berlalu tapi bukan karena kehendak kita
bukan karena ada yang mengharapkannya
Hujan juga sesekali datang di saat kemarau
tapi bukan karena kita merindukannya
Hujan...
ia akan datang dan pergi
dengan atau tanpa izinmu

Berawal Dari Susu

Kemarin, teman kantor saya menanyakan harga susu yang katanya bisa buat naikin berat badan. Yapp..., kebetulan teman kantor saya ini badannya lumayan kurus. Mungil. Susu yang dia maksud itu harganya mahal sekalii, apalagi untuk orang dengan penghasikan pas-pasan seperti saya (curhat dimulai....jreng..jreng). Harganya selevel-lah dengan susu bayi yang mahal-mahal itu.  Selesai membahas harga "susu naikin berat badan" itu, sayapun lantas berpikir "lha..seandainya saya membutuhkan susu mahal itu, saya mau dapat duit darimana ?? Rasanya gimana gitu.., klo mesti habis ratusan ribu untuk sekaleng susu dengan tujuan menambah berat badan". Untuk pertama kalinya dalam hidup saya sebagai orang yang agak gemuk, saya merasa bersyukur tidak berbadan kurus. Ternyata orang kurus lebih butuh biaya banyak saat mereka ingin menambah berat badan. Bandingkan dengan si gendut yang ingin mengurangi berat badan. Tinggal kurangi makan.., olahraga yang bahkan bisa dilakukan dengan lari ke…

Klo menyesal, jangan salahkan saya !!!

Kali ini saya masuk blog dengan modal nol. Saya tidak punya ide. Tapi saya mau mengisi blog ini, saya  mau nulis. Itu aja sih. Maka keluarlah huruf-huruf ini dengan tidak jelas karena saya tidak tau mesti nulis apa. Anggap saja kali ini saya curhat tentang diri saya yang mau banget nulis, tapi ide tulisan gak punya. (Paragraf satu selesai !! hahahaha)  Keadaan saya sekarang ini, mungkin sama saja ketika lagi lapar banget tapi gak tahu mau makan apa. Iya, "saya yang mau nulis(banget) tapi terbentur masalah ide" bisa disamakan dengan "saya yang mau makan tapi gak tahu maunya makan apa". Eh....tapi, mungkin gak sama juga kali yah?? Soalnya kali ini, saya yang mau nulis benar-benar gak punya ide. Klo soal pengen makan tapi gak tshu mau makan apa, kan bisa saja makanannya udah ada tapi saya yang memang belum tahu mau pilih mana. Kali ini saya gak punya pilihan "ide mana yang akan saya kembangkan jadi tulisan, untuk selanjutnya jadi isi blog ini". Jadi, sepert…

Aku Ingin Menulis Puisi

Aku ingin menulis puisiPuisi tentang kamuTapi aku maluJadi,Daripada aku mempermalukan diri sendiriAku memilih tidak menulis puisi !

(bukan)Life Recap

Seperti tahun lalu, dalam rangka ulang tahun yg ke-27 saya bikin life recap. Tapi untuk kali ini, setengahnya kan udah di akhir tahun 2013 kemarin. Setengahnya lagi kayak biasa aja..., dan mungkin sebaiknya disimpan untuk jadi cerita akhir tahun nanti. Lagian, setahun belakangan hidup saya banyak patah hatinya. Timorhy Marbun nikah lah..., akhir Mei kemarin Donie juga ikut-ikutan nikah. Wuaaaaah...., hidupku perih amat ya ??? Hahahaha Ya...,karena lagi malas cerita patah hati (padahal emang gak ada ide) mending saya bahas saja yang terjadi seharian ini. 10 Juni 2014. Pagi.., bangun tidur dapat sms dari 2 teman yang sepertinya hanya mereka berdua yang ingat dengan ulang tahun saya dari tahun ke tahun (selain ibu dan adik saya tentunya). Tidak lama.., ibu dan adik saya menelpon.., biasa lah..., ucapan selamat ulang tahun. Terima kasih. Saya cinta kalian !!! Lanjut.., saya ke kantor. Di kantor kayaknya kerjaan lagi gak ada.., siap-siap deh youtube-an seharian hahaha. Tapi gak juga sih..…

GALAKSI (GALau-siK-aSIk)

Sebenarnya tulisan ini bukan hal penting, tapi bukannya selama ini emang gak penting kan ? Baiklah, kita lanjutkan dongeng pengiring malam kali ini ( pengiring ya..., klo pake *pengantar tidur* gak cocok soalnya saya belum mau tidur. PENTING). Tersebutlah diriku, anak kost yang lebih sering melewatkan malam dengan hal-hal yang sebenarnya tidak begitu ber"faedah" seperti nonton TV. Beberapa minggu terakhir saya suka dengan program Kompas TV yang namanya SOSMED. Namun, malam kali ini berbeda saudara-saudara. SOSMED yang kutunggu tak kunjung berkunjung. Saya cari tahu ke twitter ternyata pindah jam tayang. 23.30 pemirsa. 23.30 berarti setengah satu malam di waktu kostku. Wuaaaaaaaaa.., seperti program-program tv yang agak mendingan lainnya, SOSMED tayang tengah malam. Bete ?? Pasti iya !! Sembari (beuh...sembari) menerima nasib campur kesal, jari saya mencet-mencet remote tv. Hati pasrah sama takdir yang akan menghentikan jari saya berhenti mencet remote di channel mana. Saya …

RI : Republik Indo(mie)sia

Tahun 2014 katanya tahun politik. Negara kita berpesta demokrasi(lagi-lagi "katanya). Mulai dari pileg April kemarin dan kemudian Juli nanti pilpres.  Sebenarnya saya tidak begitu tertarik  dengan event yang katanya pesta ini, karena menurut saya pemilihan umum adalah kesempatan untuk rakyat kecil seperti saya untuk memilih manusia-manusia mana yang paling saya restui untuk jadi kaya ataupun lebih kaya lagi. Hanya itu !!! Pileg, pilpres, (awalnya) menurut saya biasa saja. Tapi pilpres kali ini terasa berbeda. Lebih heboh. Heboh di media sosial. Timeline isinya dukungan terhadap capres ini-capres itu, kebaikan capres ini-keburukan capres itu. Awalnya masih biasa saja..., tapi lama-lama terasa lebay. Saya memaklumi kalau ada yang jatuh cinta dengan figur salah satu capres, dan saya juga sama maklumnya jika ada yang tidak mencintai capres yang lainnya, tapi bukankah "mencintai dan tidak mencintai" bisa biasa saja ?? Tidak perlulah memuji demikan hebatnya, dan mencaci yang…

Kamu (iya...., kamu)

Selamat malam idola ! Kamu ! Iya..., kamu !! Ini yang mungkin akan saya ucapkan ketika saya bertemu dengan salah satu peserta kompetisi standup comedy di Kompas Tv "Dodit Mulyanto" ( hanya jika saya bertemu di waktu malam..., dan tentu saja hanya jika saya berani :-) ). Kenapa Dodit Mulyanto ?? Karena Dodit lah yang paling mencuri tawa saya. Saya lumayan mengikuti kompetisi ini sejak season 1, tapi baru di season 4 inilah saya dibuat begitu gampang tertawa meskipun lewat sebuah kedipan ataupun ketika melihatnya mengangguk. Iya, saya bisa ngakak karena hal-hal kecil yang dilakukan oleh Dodit.  Sayangnya langkah Dodit di kompetisi ini harus terhenti di show ke-13. Sebagai pengagum Dodit pastilah saya kecewa dengan keputusan juri ini. Tapi yaaa..., juri memang lebih tahu siapa yang pantas bertahan. Mungkin Dodit Mulyanto memang harus berhenti sampai di show ke-13. Mungkin topik yang diangkat Dodit tidak seberat dan sekeren topik yang diangkat oleh peserta lainnya. Mungkin Dodi…

Perempuan

21 April, Hari Kartini. Tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai hari perempuan Indonesia. Tak ketinggalan kantor-kantorpun ikut merayakan hari perempuan ini. Jika pada saat Imlek kantor mewajibkan karyawan-karyawannya memakai pakaian bernuansa merah, maka pada Hari Kartini tak jarang karyawati memakai kebaya atau pakaian lain yg lebih "perempuan".  Lalu bagaimana dengan kantor yg tidak punya aturan berkebaya di Hari Kartini ??? Apakah pegawai perempuannya tidak memiliki jiwa perempuan seperti perempuan lain yg sedang berkebaya ??? Saya rasa tidak. Perempuan tidak melulu seputar pakaiannya yg kelihatan "perempuan". Tidak harus berkebaya, memakai rok, atau gaun untuk membuat perempuan layak disebut perempuan, atau menyebut dirinya perempuan. Menurut saya, ada beberapa hal yg cukup membuat seorang perempuan meyakini dirinya adalah perempuan. Apakah itu ??? Eng...ing...eng... : Bingung memilih baju. Yapp, semua cewek pasti pernah merasakan hal yg satu ini. Baju bertum…

Nasib

Ada tidak ya orang yang seumur hidupnya tidak pernah merasakan "nasib sial"?? Hmmm..., mungkin susah ya nemu orang dengan nasib yg demikian menakjubkan itu. Atau mungkin memang manusia seperti itu tidak ada di dunia ini. Karena menurut saya sih.., nasib sial itu bisa saja bersumber dari hal-hal kecil atau bahkan sepele. Setidaknya ada 4 hal sepele yang bisa membuat saya membubuhkan cap sial di jidat sendiri saat sedang mengalaminya. Apakah itu ??? Jengjeng....jreeeng... : Angkot aka petepete. Bukan angkot asal angkot ya !! Maksud saya adalah kejadiannya terkait dunia per-angkot-an/perpetepetean. Pengguna atau bahkan penggemar petepete sejagad raya pasti pernah mengalami yang namanya "lagi buru-buru, tapi dapat angkot yang supirnya nyebelin". Kitanya lagi buru-buru, tapi entah karena sang supir kejar setoran, beliau suka berhenti di lorong manapun nungguin calon penumpang. Belum lagi kalau petepete kurang bahan bakar.., belok ke SPBU deh..., trus antri pula. Aduuuuh…

Racun

Eits..., ini bukan racun yg bisa dimakan loh.., yg biasa orang-orang pake buat bunuh diri. Ini racun yg berbeda. Tidak mematikan, tapi saya tetap saja menyebutnya racun. Apa itu ? Eng...ing...eng...: 
"Not A Bad Thing" - Justin Timberlake
Said all I want from you is to see you tomorrow
And every tomorrow, maybe you’ll let me borrow your heart
And is it too much to ask for every Sunday
And while we're at it, throw in every other day to start
I know people make promises all the time
Then they turn right around and break them
When someone cuts your heart open with a knife, and you're
bleeding
But I could be that guy to heal it over time
And I won’t stop until you believe it
Cause baby you’re worth it
So don't act like it’s a bad thing to fall in love with me
Cause you might look around and find your dreams come true,
with me
Spend all your time and your money just to find out that my
love was free
So don't act like it’s a bad thing to fall in love with me, me
It’s…

(sebut saja) cinta

Untuk Stephanie Litha yang biasa kami panggil Vani..
Hai Van.. Gak usah kaget yah kenapa surat cinta aku buat untuk kamu. Yaaa...habis gimana lagi..., orang yang lebih kucintai sedikit daripada kamu gak ikutan proyek 30 Hari Menulis Surat Cinta ini sih. Boro-boro ikutan, nulis aja kayaknya dia gak suka hahaha (maap.., jadi ketawa sendiri aku Van). Bingung nih, aku mau tulis apa di surat yang katanya surat cinta ini. Hmmm..., aku cerita soal bagaimana (sebutlah) "cinta" ini tumbuh aja yah. Aku kenal kamu gara-gara kita sama-sama mendengarkan radio yang sama. Waktu itu aku udah semester akhir kuliah dan sepertinya kamu masih SMP (aku tua yah??) Kesan pertama kamu cerewet. Ya udah, gitu aja sih. Kemudian, karena kesibukan masing-masing kita gak pernah ketemu lagi selama bertahun-tahun. Sampai akhirnya aku aktif lagi main di fb, dan ternyata kamu udah mulai "nulis" di blog. Awalnya kamu nawar-nawarin baca blogmu dan aku takjub aja, anak yang usianya jelas-jelas jauh d…

Alasan "tua"

Belakangan saya sering mendengar nasehat untuk bersikap dewasa karena katanya saya ini sudah tua. Padahal, jika dibandingkan dengan orang yang berumur 30-40 tahun saya ini jelas lebih muda. Iya.., saya jarang merasa tua. Perasaan "tua" itu datang hanya jika memikirkan hal-hal ini : Saya jadi anak yatim 24 tahun yang laluSaya lulus SMA 10 tahun yang lalu Waktu sekolah istilahnya masih cawuTergila-gila sama Backstreet Boys & Westlife kira-kira 15tahun yang laluLagu-lagu Ahmad Dhani tidak lagi sekeren ELANG dan ROMAN PICISANDulu Denada belum jadi penyanyi dangdutDulu stasiun TV swasta masih dikitSerial Meteor Garden kira-kira 11-12 tahun yang laluJaman sekolah sinetron tayangnya masih mingguanWaktu saya SD Nia Daniaty belum nikah sama Farhat AbbasDulu infotainment cuma Kabar-Kabari, Buletin Sinetron, dan Cek&RicekDulu Artis paling cantik ya Deasy RatnasariDavid Beckham, Ryan Gigs, Paolo Maldini, Filippo Inzaghi sekarang udah pada pensiunWaktu masih SD harga Indomie masi…

Maaf

Maaf..,
Bukannya aku tidak melihatmu,
Aku hanya sedang berbagi cerita dengan hujan
Maaf..,
Bukannya aku tidak mendengarmu,
Tapi suara hujan sepertinya terdengar lebih merdu
Maaf..,
Bukannya aku tidak lagi suka senyum hangatmu,
Tapi sekarang aku lebih menyukai dinginnya hujan
Maaf..,
Bukannya aku tidak lagi ramah kepadamu,
Aku hanya sedang mencoba berteman dengan banyak hal
Maaf..,
Bukannya aku tidak lagi ingin berbagi kebahagiaan denganmu,
Aku hanya sedang merayakan kepergian hal-hal yang memang seharusnya pergi...,sendiri
Maaf..,
Bukannya aku tidak lagi mengingatmu
Aku hanya sedang tidak peduli  !!! Dariku : yang pernah begitu tertarik denganmu
#30HariMenulisSuratCinta

Kusebut saja kau "Teman"

Sudah cukup lama kamu disini bersamaku, dan karena itulah aku menyebutmu "teman".
Apakah aku tidak cukup menyebalkan hingga kamu demikian betah denganku?? Kamu tidak menjawab. Kamu diam dan terus saja mengikutiku.
Ah.., mungkin aku memang tidak cukup menyebalkan bagimu. Aku anggap saja seperti itu.
Terlalu sering aku memintamu pergi, tapi kamu terus saja di dekatku, menemani setiap perjalananku.
Tidak bosankah kamu menemaniku ?? Hahh..., sepertinya tidak.
Aku tidak pernah menginginkan kamu akan selama ini bersamaku. Aku juga tidak pernah mengharapkan kamu berada di salah satu bagian hidupku. Tidak pernah.
Jujur, aku jenuh denganmu. Berada di dekatmu hanya akan menambah berat langkah kakiku, dan mengaburkan pandanganku.
Tidak perlu lagi lah kita berteman, jalanlah mendahuluiku dan aku akan tetap disini, diam di tempat, menyaksikan kepergianmu, hingga akhirnya kamu benar-benar hilang dari pandanganku.

Pergilah !! Biarkan aku mendapat teman baru !!

Untukmu : "teman"k…

Kepada Lelaki Yang Kutemui 5 Tahun Lalu

Gambar
Kepada  Lelaki yg kutemui 5 tahun lalu
Pasti kamu sudah lupa dengan fotografer foto di samping ?? Foto ini aku yg ambil, di pertemuan pertama dan mungkin sekaligus terakhir bagi kita.  Aku melihatmu di fooodcourt salah satu pusat perbelanjaan  di kota ini. Waktu itu kamu bersama seorang temanmu, memilih duduk di depan mejaku. Menarik melihat anak seumuranmu jalan ke mall berdua dengan temanmu. Aku yg duduk berhadapan dengan kalian, terus saja mengamati gerak-gerikmu. "anak ini lucu" begitu pikirku. Aku tidak hanya mengamatimu, aku bahkan menghampiri mejamu dan bertanya banyak hal. Awalnya aku berpikir, jika aku menghampiri, kamu dan temanmu akan mengira aku adalah penculik anak-anak. Tapi melihatmu yg menjawab pertanyaan dan memperlakukanku dengan sopan, aku tahu kamu tidak curiga akan aku culik. Sekarang aku sudah lupa nama kamu siapa. Yang masih melekat di ingatanku adalah kamu anak kelas 5 SD di salah satu sekolah terkemuka di kota ini. Masih banyak yg kamu ceritakan wak…

Untukmu yg perlahan aku cintai

Hai, kamu
Ah...,terlalu basa-basi yah klo aku menanyakan kabarmu ?? Toh seminggu lalu kita bertemu, kan ??
Sepertinya tidak ada yg berubah denganmu, kata orang-orang kamu masih sama menyebalkannya waktu kamu datang seminggu yg lalu, dan minggu-minggu sebelumnya.
Iya, kamu tidak berubah, sedikitpun tidak !! Mungkin kali ini akulah yg berubah. Aku perlahan-lahan keluar dari komunitas pembencimu.
Entah kenapa aku menarik diri dari mereka. Mungkin karena kebencian orang-orang di sekitarku yg malah membuatmu tampak gagah di mata dan pikiranku. Iya, kamu yg hanya muncul seminggu sekali begitu hebat mempengaruhi mereka. Mereka merasa terganggu, mereka tidak nyaman dengan kedatanganmu, mereka tidak menyukaimu, mereka membencimu. Tapi aku, mulai "TIDAK".
Entah kapan mulainya aku mulai merasa ingin berteman denganmu, dan sekarang aku mulai menyukaimu. Aku sudah memutuskan untuk berseberangan dengan pembenci-pembencimu, dan mulai mencintaimu.
Aku tidak akan mengharapkan kamu berubah ja…

Luka

Aku pernah berharap kepada hujan
memimpikan engkau dibasuhnya
Hanya mimpi !!
Aku pernah berbicara kepada angin
memintanya membawamu terbang
tapi angin tak cukup kuat
Aku pernah memohon kepada matahari,
agar engkau dibuat kering dan tak lagi tumbuh,
tapi matahari tak cukup panas buatmu
Sekarang aku tertunduk, menyerah kepada waktu
Semoga saja ia iba,
lalu membalutmu dengan perban yg kusebut "lupa"
Luka....,
Segeralah kau sembuh,
Agar alasanku tersenyum bertambah satu !!

Hujan

Aku menyukai dinginmu
Tidak harus melihat dan menyentuhmu untuk menyadari kedatanganmu
Aku mengenali bahkan suara terhalusmu
Iya, kamu sepaket dengan dingin
Tapi bukankah sudah terlalu lama kamu disini??
Pergilah sebentar saja,
Ada yang menunggumu di belahan bumi yang lain
Lalu kembalilah malam nanti
Tapi jika kamu kembali dan mendapatiku tertidur,
Bukan karena aku tidak menunggumu
Aku hanya sedikit lelah
Datang sajalah lagi,
Seperti malam-malam sebelumnya

Lupa

Ada fase di dalam kehidupan di mana kita mengalami hal yang tidak enak dan saking tidak enaknya kita ingin melupakan hal yg tidak enak tersebut atau bahkan orang-orang yang punya peran sehingga hal tidak enak tersebut terjadi. Berhasilkah ?? Mungkin iya!!  Mudahkah??  Mungkin jg iya,  tapi saya rasa akan banyak yg mengalami kesulitan dalam fase melupakan ini. Begitu sulitnya, sampai ada yg gagal bahkan berkali-kali.
Apa yg membuatnya gagal??  Entahlah!!  Usaha sudah keras, niat apa lagi, lalu kenapa masih juga gagal??  (lagi-lagi) entahlah!! Malahan usaha yg demikian kerasnya justru lebih sering berbanding terbalik dengan hasilnya. Seperti kata Parachute di lagu Hurricane " Oh funny how it all comes backWhen you’re trying to forget it". Yapp.., hal ini selalu terjadi. Solusi ??? Belum ketemu :-)
Yaahh, sambil mencari solusi kita sepertinya perlu memahami bahwa perkara melupakan itu kadang seperti poni yg salah potong dan hasilnya gak cocok sama yg empunya poni, lalu sang e…

aneh

Ini bukan cerita mistis yg lazim orang-orang sebut dengan keanehan. Ini hal "aneh" yg lain,  tentu saja menurut saya.
Dalam hidup orang-orang lajang yg sudah (katakanlah) cukup umur.., akan selalu punya peluang jika bertemu dengan orang lain untuk ditanyai " kapan menikah??" .., dan mungkin jg " kenapa belum menikah??". Sungguh pertanyaan yg sebaiknya dijawab dengan senyum saja. Yaapp..,  cukup dengan senyum karena mungkin ini adalah pertanyaan basa-basi.
Lalu bagaimana jika ternyata pertanyaan soal menikah ternyata bukan basa-basi??  Jawaban tetap sama : senyum.
Iya..., menjadi orang yg tidak/belum menikah seperti sepaket dengan kewajiban tersenyum saat orang lain membahas soal pernikahan. Senyum dan bahkan lebih sabar..,  apalagi saat orang-orang tidak berhenti di sekedar bertanya tapi mulai naik kelas jadi meremehkan, dan menggunjing di belakang. Dan inilah yg saya sebut aneh. Tidak menikah atau telat menikah entah kenapa harus dipandang sebagai ses…