Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Borok Di Siku Farhat Abbas

Di NKRI ini siapa sih yang tidak pernah mendengar nama besar seorang  Farhat Abbas? Pengacara hebat nan beken, calon presiden paling ideal bagi negeri ini. Saking idealnya, semua permasalahan negeri ini belum layak disebut masalah jika belum dikomentari oleh beliau (yang tidak jarang malah menjadi masalah baru). Apapun tentang beliau selalu jadi berita. Tak terkecuali perseteruan beliau dengan mantan istrinya yang paling baru : Mbak Regina.

Memang begitu sulit dipahami, bagaimana dua orang yang pernah tampak begitu mabuk kepayang karena satu sama lain, kini jadi saling membenci dan mengumbar aib. Lebih parahnya lagi sang mantan suami, dalam hal ini Farhat Abbas malah meminta kembali sejumlah uang yang katanya sudah beliau berikan kepada mantan istrinya itu termasuk mahar perkawinan mereka dulu yang jumlahnya miliaran rupiah. Farhat Abbas menunjukkan keseriusannya dalam masalah ini dengan membawanya ke jalur hukum.

Saya jadi teringat masa kanak-kanak dulu. Sedari kecil, entah hanya di ka…

Nonton ERK (tidak fana, apalagi merah jambu)

Sabtu, 3 November 2015 mungkin adalah salah satu Sabtu saya yang saya habiskan dengan kegiatan yang (anggaplah) berguna dan sekaligus menyadarkan betapa tuanya saya. Saya, ditemani seorang teman yang juga sama tuanya, datang ke event yang diadakan anak-anak salah satu  SMA di kota Makassar. Tujuan kami sebenarnya adalah "Efek Rumah Kaca" yang dihadirkan sebagai penutup event itu.  Menurut teman saya ERK akan tampil jam 10 malam. Kami tiba di lokasi event sekitar jam 8, masih belum ramai. Yang tampil di panggung masih band lokal sepertinya. Entah berapa band lokal yang tampil di malam itu, saya tidak begitu memperhatikan. Yang jelas, salah satunya membuat saya sempat bercanda dengan teman "ini vokalis minta dilempar kayaknya" hahahaha. Tidak hanya band-band lokal, malam itu juga dimeriahkan dengan tari-tarian. Nama tarian yang pertama entah tarian massal atau apalah namanya. Jumlah penari menurut saya tanggung dan sempat kepikiran kenapa anak-anak ini tidak sekalia…

Cemas Yang Tidak Perlu

Beberapa hari belakangan ini salah satu teman fb saya yang berprofesi sebagai dosen, sepertinya sedang giat-giatnya menyoroti masalah penulisan yang tidak sesuai dengan ketentuan EYD (maklumlah...,beliau dosen). Saya juga pernah mengalami keresehan yang sama soal tulisan beberapa tahun lalu, tapi tidak seserius yang seperti yanga dipermasalahkan oleh teman fb saya ini. Keresahan saya waktu itu hanya seputar orang-orang yang suka sekali mengetik dengan huruf 4L4Y.

Membaca keresahan sang dosen ini, membuat saya juga merasakan keresahan beliau. Keresahan saya tidak lagi hanya seputar huruf 4L4Y, tapi lebih serius dan mendasar : Ejaan Yang Disempurnakan. Lebih meresahkan lagi kalau memikirkan bahwa tulisan ini tentu saja tidak luput juga dari masalah EYD tersebut, tapi abaikanlah yaaaaaw, kan ekeh bukan siapa-siapa! Toh kita tidak harus benar-benar 'tidak pernah salah' untuk mendapatkan 'izin membahas kesalahan orang lain', kan?
Lanjut.. Kita sering melihat di media sosia…

Generasi Optimis

Tahun 2015 ini adalah tahun dimana saya memasuki usia(setidaknya) 29 tahun. Umur yg mungkin lebih daripada matang untuk hal-hal besar kehidupan, seperti menikah dan mapan secara finansial.Sayangnya, saya jauh dari dua hal itu. Dan mungkin saya tidak sendiri. Di luar sana, mungkin ada beberapa yg senasib dengan saya, umur (sebut saja) tua tapi(kata orang) belum apa-apa. Dan kemungkinan berikutnya lagi, saya dan mereka sama optimisnya soal masa depan kami yg akan lebih cerah daripada keadaan sekarang.
Sebutlah kami generasi optimis.
Bahwa kami optimis, kelak di masa depan kami akan hidup berkecukupan meskipun di umur setua ini kami masih bekerja untuk gaji yg cuma lebih beberapa ribu rupian dari upah minimum yg ditetapkan oleh pemerintah. Kami hanya belum kaya saja. Kami optimis Kami optimis, bahwa di masa depan kami akan hidup di rumah sendiri yg nyaman, meskipun di umur setua ini kami masih hidup nyaman di bawah atap rumah orang tua, bahkan ada di antara kami yg harus hidup di kamar …

Belajar Dari Kak Nassar

Gambar
Sudah pasti kenal kan dengan foto yang saya curi dari kapanlagi.com di atas ? Yapp, dese beliau adalah penyanyi dangdut kenamaan tanah air. Nassar Fahad Ahmad Sungkar. Lelaki yang melambung namanya lewat ajang pencarian bakat dan pernikahannya dengan janda kaya beberapa tahun lalu, akhir-akhir ini jadi makin sering muncul di tv. Entah untuk mengisi sebuah program ataupun sekedar jadi menu infotainment karena kisruh rumah tangganya bersama tante Musdalifah janda kaya itu.
Awalnya, mungkin berita tentang kak Nassar ini seperti angin segar di tengah panasnya berita seputar kak Saipul Jamiell yang digilai banyak wanita ataupun berita mahapenting seputar kak Aliando. Tapi sayang seribu sayang, berita kak Nassar yang tadinya bak angin segar jadi terasa membosankan dan (meminjam istilah anak-anak Makassar) kimmalas. Mungkin karena alasan-alasan inilah sehingga Kak Nassar juga punya banyak haters, selain penggemar kayak saya. Sekali lagi, itu bagi haters ya !! Bagi penggemar kak Nassar seper…

2014

Tadinya mau bikin life recap, tapi apa daya otak saya tidak mampu mengingat dengan berurutan semua hal yang saya alami di tahun kemarin. Sama seperti orang lain, banyak hal yang terjadi dalam hidup saya selama setahun belakangan ini. Sayangnya, saya tidak lagi punya ingatan yang jelas soal semuanya itu. Yang akan saya ceritakan ini, hanya beberapa saja, yang sempat terlintas sewaktu saya ingin mengisi blog ini. 
Tahun 2014, Tahun dimana saya jadi bendahara untuk kegiatan reuni sekolah. Terakhir megang duit banyak 4tahun lalu, duit kantor tapipak. Dan ternyata, megang duit teman sama susahnya dengan megang duit kantor. Seperti biasa, menabung dengan tujuan yang jelas tapi uang tabungan selalu berakhir untuk hal-hal yang tidak jelas.Tahun ini saya jadi lebih sering kumpul sama teman-teman yang orientasi pikirannya adalah "masa depan".., alhasil saya jadi makhluk paling menyesal untuk semua ketidakdisiplinan saya selama bertahun-tahun.(masih terkait dengan "ketidakdisiplin…